Harapan
Besar Bagi Pencetak Tenaga Perkebunan
Untuk
Menguasai Mekanisasi.
Diskusi Pengurus
Instiper dengan Dir. Finance PT. Astara Agro Lestari Tbk. (AAL)
Dalam
diskusi yang dipimpin langsung Rektor Instiper dengan nara sumber Bp. Santoso
(Dir. Finance PT. AAL) diikuti oleh pejabat struktural di lingkup Instiper.
Saat ini Instiper sudah mengembangkan pendidikan berbasis kompetensi dengan
core perkebunan dan kehutanan yang sudah link
and match dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan. Namun untuk
meningkatkan kemampuan para dosen dan pejabatnya disikusi ini dianggap mempu
menambah wawasan pengurus Instiper untuk terus meningkatkan kompetensinya.
Di awal diskusi
Dir. Finance PT. AAL Bpk. Santoso memberi komentar bahwa Instiper hendaknya dapat
terus membuka pendidikan/pelatihan/short
training yang sangat dibutuhkan oleh
industri perkebunan dan kehutanan saat ini. PT. AAL kawatir kedepan persaingan
tenaga trampil akan sangat ketat, di dalam negeri mungkin masih bisa diatasi
tetapi untuk persaingan global tidak akan bisa diatasi.
Sehubungan
dengan hal tersebut mulai saat ini PT. AAL mencanangkan program mekanisasi di
industri perkebunan, hal dilakukan bukan berarti mengurangi tenaga kerja,
mengurangi biaya operasional tetapi untuk menghadapi persaingan bisnis di
tingkat global. Menurutnya Indonesia saat ini memiliki 2 unggulan yang bisa
diandalkan untuk expor yaitu batu bara, kelapa sawit. Dengan deposit yang masih
tinggi Indonesia bisa mengekspor 300 jt ton, tetapi kelapa sawit akan bersaing
di tingkat global harus full skills
untuk itu mekanisasi harus dikuasai.
Di Indonesia
masih kompetitif di sisi luas karena lahan masih tersedia tetapi di level
kualitas jauh tertinggal dengan luar negeri. Sehingga di masa yang akan datang
Instiper harus mampu menyiapkan tenaga yang bisa meningkatkan kualitas
perkebunan di negeri sendiri, karena menurut Dir. Finance ini ke depan
perluasan perkebunan juga semakin sulit terbentur permasalah dengan masyarakat.
Dengan permasalahan ini kembali mengingatkan kepada Instiper supaya bisa
menyiapkan peran masyarakat yang sangat majemuk, selain dapat menciptakan
tenaga terdidik sebagai institusi independent harus juga bisa mengajari masyarakat
secara luas. Instiper bukan menara gading tetapi sudah membumi di
perusahaan-perusahaan sehingga harus saling memberi nilai tambah, apa yang
dilakukannya tidak harus berhasil sesaat tetapi jangka panjang dengan kayakinan
di awal bahwa apa yang disepakati kedua belah pihak akan berhasil jika
dilaksanakan.
Motto PT.
AAL adalah “SEJAHTERA BERSAMA BANGSA”
selalu yakin bahwa bisnis di bidang perkebunan akan dapat membawa bangsa
ini sejahtera, industri kelapa sawit menyokong 33% dari produksi nabati dengan
hanya memanfaatkan lahan 7% namun komoditas lain seperti kedelai hanya
menyokong 20% produksi nabati tetapi memerlukan lahan 40%. Selain itu
perkebunan kelapa sawit menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, menimbulkan
profit multiple efek terhadap ekonomi lokal, kebutuhan akan sepeda motor,
mobil, alat berat, perbankan akan semakin meningkat. Astra group menyediakan
kebutuhan tersebut serta memberikan masukan berupa pajak dan retribusi di
tingkat pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
Mekanisasi
yang sudah dilakukan di PT. AAL diantaranya : pemupukan dengan spider di daerah
datar sudah dilakukan sedangkan untuk daerah medan berat masih manual,
pengangkutan buah, pengelolaan air secara otomatis, masih banyak yang lainnya.
Diakhir
diskusi Bpk. Santoso menyampaikan tip bisnis yang dilakukan harus memiliki
nilai lebih (value change), sudah
tahu market, desain sendiri, inovasi, keputusan diambil dalam waktu singkat.