INSTIPER Yogyakarta
1 2 3 4
 
 
Artikel


03/04/2012 (03:10)
Tuntutan Penguasaan Mekanisasi Perkebunan

Harapan Besar Bagi Pencetak Tenaga Perkebunan

Untuk Menguasai Mekanisasi.


Diskusi Pengurus Instiper dengan Dir. Finance PT. Astara Agro Lestari Tbk. (AAL)

Dalam diskusi yang dipimpin langsung Rektor Instiper dengan nara sumber Bp. Santoso (Dir. Finance PT. AAL) diikuti oleh pejabat struktural di lingkup Instiper. Saat ini Instiper sudah mengembangkan pendidikan berbasis kompetensi dengan core perkebunan dan kehutanan yang sudah link and match dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan. Namun untuk meningkatkan kemampuan para dosen dan pejabatnya disikusi ini dianggap mempu menambah wawasan pengurus Instiper untuk terus meningkatkan kompetensinya.

Di awal diskusi Dir. Finance PT. AAL Bpk. Santoso memberi komentar bahwa Instiper hendaknya dapat terus membuka pendidikan/pelatihan/short training yang  sangat dibutuhkan oleh industri perkebunan dan kehutanan saat ini. PT. AAL kawatir kedepan persaingan tenaga trampil akan sangat ketat, di dalam negeri mungkin masih bisa diatasi tetapi untuk persaingan global tidak akan bisa diatasi.

Sehubungan dengan hal tersebut mulai saat ini PT. AAL mencanangkan program mekanisasi di industri perkebunan, hal dilakukan bukan berarti mengurangi tenaga kerja, mengurangi biaya operasional tetapi untuk menghadapi persaingan bisnis di tingkat global. Menurutnya Indonesia saat ini memiliki 2 unggulan yang bisa diandalkan untuk expor yaitu batu bara, kelapa sawit. Dengan deposit yang masih tinggi Indonesia bisa mengekspor 300 jt ton, tetapi kelapa sawit akan bersaing di tingkat global harus full skills untuk itu mekanisasi harus dikuasai.

Di Indonesia masih kompetitif di sisi luas karena lahan masih tersedia tetapi di level kualitas jauh tertinggal dengan luar negeri. Sehingga di masa yang akan datang Instiper harus mampu menyiapkan tenaga yang bisa meningkatkan kualitas perkebunan di negeri sendiri, karena menurut Dir. Finance ini ke depan perluasan perkebunan juga semakin sulit terbentur permasalah dengan masyarakat. Dengan permasalahan ini kembali mengingatkan kepada Instiper supaya bisa menyiapkan peran masyarakat yang sangat majemuk, selain dapat menciptakan tenaga terdidik sebagai institusi independent harus juga bisa mengajari masyarakat secara luas. Instiper bukan menara gading tetapi sudah membumi di perusahaan-perusahaan sehingga harus saling memberi nilai tambah, apa yang dilakukannya tidak harus berhasil sesaat tetapi jangka panjang dengan kayakinan di awal bahwa apa yang disepakati kedua belah pihak akan berhasil jika dilaksanakan.

Motto PT. AAL adalah “SEJAHTERA BERSAMA BANGSA”  selalu yakin bahwa bisnis di bidang perkebunan akan dapat membawa bangsa ini sejahtera, industri kelapa sawit menyokong 33% dari produksi nabati dengan hanya memanfaatkan lahan 7% namun komoditas lain seperti kedelai hanya menyokong 20% produksi nabati tetapi memerlukan lahan 40%. Selain itu perkebunan kelapa sawit menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, menimbulkan profit multiple efek terhadap ekonomi lokal, kebutuhan akan sepeda motor, mobil, alat berat, perbankan akan semakin meningkat. Astra group menyediakan kebutuhan tersebut serta memberikan masukan berupa pajak dan retribusi di tingkat pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Mekanisasi yang sudah dilakukan di PT. AAL diantaranya : pemupukan dengan spider di daerah datar sudah dilakukan sedangkan untuk daerah medan berat masih manual, pengangkutan buah, pengelolaan air secara otomatis, masih banyak yang lainnya.

Diakhir diskusi Bpk. Santoso menyampaikan tip bisnis yang dilakukan harus memiliki nilai lebih (value change), sudah tahu market, desain sendiri, inovasi, keputusan diambil dalam waktu singkat.



Berita dan Informasi   Informasi Akademik
Agenda Kegiatan   Informasi Kemahasiswaan
Artikel Pendidikan   Download File
Informasi Beasiswa   Foto Galeri
Alamat Kantor & Kampus Instiper
  • Kampus I
    Jl. Nangka II, Maguwoharjo (Ringroad Utara) , Yogyakarta
  • Kampus II
    Jl. Petung No. 2, Papringan, Yogyakarta